Community Development 5Oleh: Lukas Arimurti

A. Perlunya Alternatif Baru Untuk Membangun Kehidupan Bersama

Pencapaian hasil modernitas di bidang sosial,ekonomi dan politik sampai saat ini masih jauh panggang dari api. Sebaliknya pencapaian tersebut justru kontradiktif dengan tujuan modernitas yang ingin membangun kualitas manusia yang unggul. Bukti konkret hal tersebut adalah munculnya dua kebutuhan utama yang semakin tak dapat dicapai oleh modernitas, yaitu: kebutuhan manusia untuk dapat hidup sejahtera sekaligus harmonis dengan lingkungannya dan kebutuhan manusia untuk dapat hidup harmonis dengan sesamanya.

Dunia saat ini ditandai dengan meningkatnya suhu instabilitas, baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik, budaya dan lingkungan hidup, dan institusi modernitas yang ada saat ini tidak mampu memberikan solusi yang baik dalam jangka panjang (Contoh untuk Indonesia: Kebijakan Penggunaan Kurikulum Pendidikan 2013 dan UN yang masih debatable). Bahkan solusi jangka pendek justru membuat keadaan menjadi semakin buruk (Contoh untuk Indonesia: Tingginya harga bahan pokok dan kelangkaan produk diselesaikan dengan impor, Jaringan pengaman sosial untuk rakyat dilaksanakan dengan Bantuan Tunai Langsung). Regim Neoliberal terus-menerus mentransfer kekayaan dari warga mayoritas miskin ke kelompok minoritas kaya, maka kesenjangan kaya-miskin semakin melebar dan hal ini menjadi sumber konflik sosial yang secara kultural menyingkirkan nilai-nilai HAM (contoh umum: kekerasan rasialis dan keagamaan, terorisme yang mengatasnamakan agama, penyingkiran sistematis secara sosial dan politik kelompok-kelompok marginal, eksploitasi kultural dan kemanusiaan manusia, penurunan kualitas alam akibat eksploitasi yang membabibuta).

Kenyataan di atas semakin menguatkan dorongan sebagian besar penduduk dunia ini untuk mencari cara-cara alternatif dalam mempertahankan dan membangun kehidupan. Dalam hal ini, ‘pembangunan kehidupan bersama yang berbasis komunitas’ (Community Based Development), menjadi ruang yang sangat baik, yang dapat mempertemukan dua kebutuhan utama tersebut di atas.  Community Based Development dapat menjadi komponen kunci dalam strategi perubahan kehidupan bersama, karena menawarkan pendekatan yang persis bertolak belakang dengan cara-cara pendekatan sosio budaya, sosio ekonomi dan sosio politik mainstream yang terbukti telah gagal. Pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan komunikatif, dialogis, partisipatif, analitis sekaligus reflektif, yang mengutamakan kehendak bersama komunitas berdasarkan pada kearifan-kearifan lokal dan pengalaman-pengalaman konkret komunitas yang bersangkutan (bottom up), dan bukan implant dari institusi pemegang kekuasaan (top down).

Pendekatan dalam Community Based Development bersifat komunikatif, maksudnya agar apa yang menjadi kebutuhan bersama suatu komunitas dapat sungguh ditangkap bersama secara tepat. Pendekatan ini bersifat dialogis, maksudnya agar pendalaman bersama atas kebutuhan yang sudah ditangkap dapat diupayakan. Pendekatan ini bersifat partisipatif karena yang paling memahami aspek-aspek kebutuhan suatu komunitas adalah komunitas itu sendiri, maka anggota komunitas adalah pemeran utamanya. Pendekatan ini bersifat analitis-reflektif maksudnya agar visi nilai-nilai keadilan-sosial, HAM dan keutuhan lingkungan selalu ditempatkan sebagai arus utama pendekatan dan sekaligus mendasari tujuan yang hendak dicapai. Dapat dikatkan pendekatan dalam Community Based Development merupakan upaya membangun pelayanan berbasis komunitas (community-based on services), yang tidak lain merupakan mekanisme dan proses yang mempertemukan kebutuhan-kebutuhan bersama anggota komunitas, menggali potensi-potensi keterampilan dan sumber-sumber daya yang terdapat di dalamnya (beserta kearifan-kearifannya), dan secara bersama berupaya untuk mencapai tujuan bersama yang hendak dicapai, yaitu pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan.

Community Based Development memerlukan sebuah Community Work, yang merupakan suatu aktivitas  atau tindakan dari seseorang atau sekelompok orang yang secara rela dan sadar mau memfasilitasi proses-proses Community Based Development.

B. Perspektif Dasar Community Based Development

B.1. Perspektif Ekologi

Perspektif Ekologi diawali dengan suatu ‘Ecologycal Analysis’, yang menunjuk pada krisis lingkungan hidup yang dihadapi oleh seluruh penduduk dunia di awal abad-21 ini. Krisis lingkungan hidup inilah yang membuat para ‘Ecologycal Thinkers’ dan para penganut ‘Green Position’ untuk mencari suatu alternatif baru yang radikal dan menyeluruh dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Pencarian alternatif baru tersebut merupakan hal yang urgent dan tak dapat ditunda lagi, mengingat masalah yang timbul dari krisis lingkungan hidup tersebut sudah dialami dan memengaruhi seluruh umat manusia. Kesalahan dalam mengambil keputusan dalam hal ini akan berdampak luas bagi kelangsungan hidup penduduk dunia dan semua makhluk ciptaan.

Penerapan Perspektif Ekologi dalam Community Development menggunakan empat prinsip dasar pendekatan berikut:

  • Menyeluruh

Setiap peristiwa lokal harus dilihat dalam kaitannya dengan peristiwa lainnya secara global. Sintesis dan integrasi menjadi  nadi dari pendekatan ini karena setiap permasalahan sosio ekonomi  tidak pernah memiliki satu jawaban tunggal (solusi linear) melainkan harus selalu dimengerti sebagai suatu manifestasi dari suatu sistem yang luas dan sekaligus berdampak luas di satu sisi dan kontekstual di sisi yang lain.

  • Berkelanjutan

Sebuah sistem harus memiliki kemampuan untuk bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Sumberdaya-sumberdaya yang ada harus digunakan sejauh dapat diisi kembali. Sumberdaya energi yang dapat dibaharui lebih menjadi pilihan untuk digunakan. Output pada lingkungan hidup harus dibatasi pada tingkat yang dapat diserap oleh alam. Tingkat konsumsi harus diminimalisasi.

  • Menghargai Keragaman

Alam memberikan kenyataan akan adanya keragaman. Dalam keragaman tersebut pertumbuhan setiap organisme mendapatkan tempatnya. Hal ini menunjukkan bahwa penyeragaman merupakan langkah awal dari bencana. Prinsip keragaman memotivasi munculnya banyak alternatif cara / metode dan sekaligus mendorong kreativitas yang inovatif. Pendekatan ini menghargai kekayaan dan kearifan lokal yang solutif atas permasalahan yang muncul, tanpa harus jatuh pada arogansi egoistis. Keragaman adalah the way of our life today.

  • Keseimbangan

Prinsip ini menunjukkan relasi antara sistem dan kebutuhan untuk mempertahankannya secara seimbang. Hal ini mensyaratkan adanya suatu dinamika dalam keseimbangan, dimana di satu sisi setiap perubahan dimonitor dan di sisi lain alternatif dibuat agar keseimbangan tetap terjaga. Prinsip ini menunjuk pada harmoni kehidupan setiap makhluk. Prinsip ini juga menunjuk pada tindakan mediasi sebagai resolusi atas konflik dan upaya untuk membangun konsensus bersama. Dalam prinsip inilah pembangunan nilai kerjasama lebih didorong untuk diwujudnyatakan daripada kompetisi. Hal-hal yang bersifat dualisme harus ditinggalkan dan ditransformasikan menjadi dualitas, dimana keduanya dihargai dan diberi ruang untuk tumbuh bersama.

B.2. Perspektif Keadilan dan Solidaritas

a. Keadilan Sosial

Setiap pribadi berkewajiban untuk ambil bagian secara aktif dan produktif dalam pengembangan kehidupan bersama dan sebaliknya kehidupan bersama juga berkewajiban memberikan ruang dan waktu bagi setiap pribadi untuk ambil bagian dalam pengembangan kehidupan bersama.

b.Keadilan Ekonomi

Dua komponen utama dalam keadilan ekonomi adalah: setiap pribadi memiliki hak untuk bekerja dan setiap pribadi pekerja memiliki hak untuk mendapatkan upah yang layak.

Pribadi pekerja adalah jauh lebih berharga daripada komponen-komponen ekonomi yang lain. Oleh sebab itu setiap pribadi memiliki kewajiban untuk bekerja secara sungguh-sungguh, dan kehidupan bersama berkewajiban untuk membantu setiap pribadi untuk dapat memperoleh pekerjaan yang layak.

c. Solidaritas

Dimengerti sebagai sebuah kesungguhan dan ketekunan untuk komit dalam mewujudkan kebaikan bersama (kebaikan bagi semua dan kebaikan bagi setiap pribadi), karena setiap manusia dipanggil untuk bertanggungjawab bagi semua orang.

C. Keutuhan Ciptaan

Community Development bertujuan untuk membangun keutuhan ciptaan. Memfasilitasi pertemuan kebutuhan-kebutuhan manusia yang diupayakan dalam community development tidak berarti mendeskriditkan ciptaan lain. Sebaliknya proses fasilitasi tersebut harus memungkinkan adanya sikap hormat dan penghargaan yang tulus atas keindahan dan keluhuran setiap makhluk. Dengan demikian proses fasilitasi pertemuan kebutuhan-kebutuhan manusia mengandung pengakuan martabat setiap ciptaan yang luhur. Kita semua dipanggil untuk membangun kehidupan bersama yang lebih baik bagi semua makhluk. Manusia bukanlah penguasa atas alam semesta melainkan bagian dari semesta. Dia adalah insan pemelihara dan pelestari alam semesta. []

Penulis adalah Pelaksana Harian AKSES Indonesia.