teropong-solidarity-hidup-katolikPara kader AKSES di manapun berada, membaca dan mengamati berita bencana beruntun di Indonesia akhir-akhir ini, dan khususnya korban erupsi Kelud, rasanya hati menjadi miris. Namun rasa miris itu menjadi dasar yang paling baik bagi kita untuk belajar menghidupi nilai-nilai solidaritas dan kemanusiaan yang melandasi dan sekaligus ingin diperjuangkan oleh AKSES Indonesia.

Pertanyaan dasarnya adalah: “Apa yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan nilai-nilai solidaritas dan kemanusiaan tersebut?”. Pertanyaan itu tentunya harus bermuara pada jawaban konkret aksi solidaritas dan kemanusiaan yang dapat kita lakukan untuk membantu para korban bencana erupsi Kelud , yang dalam catatan Harian Kompas 17 Februari 2014 berjumlah 84.476 jiwa, dan saya kira akan terus bertambah sampai kondisi darurat dinyatakan selesai.

Sebuah aksi solidaritas dan kemanusiaan bukanlah sesuatu yang perlu digembar-gemborkan untuk menyombongkan diri/lembaga karena dapat membantu yang lain. Aksi solidaritas adalah panggilan hati yang murni untuk berbagi dengan sesama yang menderita, sekaligus upaya untuk belajar bekerja sama dengan pihaki-pihak terkait (seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, PMI, Caritas KWI maupun Caritas Keuskupan Surabaya, dan berbagai Instansi lain yang memiliki pengalaman dalam hal ini) dan juga belajar untuk membangun konsolidasi antar kader AKSES.

Bentuk-bentuk yang dapat kita lakukan adalah dengan menghimpun bantuan bagi korban dalam keadaan darurat, seperti obat-obatan, selimut, pakaian layak pakai, handuk dan bahan-bahan makanan. Adalah lebih baik lagi bila kita bisa bergabung dengan isntansi-instansi tersebut di atas sebagai relawan. Dengan menjadi relawan kita bersentuhan langsung dengan para korban. Pada mereka kita dapat melihat dan merasakan wajah sesama yang sungguh memerlukan uluran kasih kita.

Para kader AKSES aktivis Credit Union dapat mengawali gerakan solidaritas dan kemanusiaan ini. Para kader AKSES aktivis Consumer Union juga dapat memikirkan upaya-upaya konstruktif untuk ambil bagian aktif di dalamnya. Secara kelembagaan maupun individual, kita dipanggil untuk bertanggungjawab bagi kehidupan banyak saudara kita para korban erupsi Kelud. Semoga saat ini menjadi saat yang paling baik bagi setiap kader AKSES di manapun mereka berada untuk peduli pada para korban.

Perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya-upaya konkret untuk menghidupi nilai-nilai solidaritas dan kemanusiaan bukanlah sebuah kemungkinan, melainkan suatu keniscayaan. []