yearSaudara/saudari kader AKSES yang saya cintai dan saya banggakan dimanapun berada, Setahun sudah kita telah deklarasikan diri untuk bersatu dan bersama dalam visi perjuangan untuk merobah keadaan sosial ekonomi bangsa ini. Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2013, setahun lalu, kita telah ikrarkan diri untuk bangkit memerangi kemiskinan, penindasan, pembodohan dan kemunduran dalam banyak hal dalam karya nyata pelayanan.  Kita telah disatukan secara konstitutif dari apa yang menjadi prinsip bahwa manusia adalah yang utama diatas yang material dan berikan komitmen untuk memberikan perhatian kepada mereka yang tertinggal di belakang sebagai panggilan kemanusiaan.

Saudara/suadari, dunia yang kita huni sekarang ini terbelah menjadi dua secara asimetris. Dunia yang terdiri dari deretan kemakmuran segelintir orang diatas dan kemiskinan akut sebagian besar masyarakat di bawah. Aset pribadi seluruh populasi manusia yang berjumlah kurang lebih $ US 135 trilyun, ternyata 52,8 nya hanya dikuasai oleh 1 % dari jumlah penduduk (Guinan ; 2013). Kondisinya lebih mengenaskan lagi bagi bangsa Indonesia, dari total aset nasional kita (terutama tanah), 87 persennya hanya dikuasai oleh 0,2 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi ternyata terasing dari visi sosial yang menjadi alasan utama. Pertumbuhan ekonomi kita yang rata-rata tumbuh 5,6 persen selama satu dasawarsa telah ciptakan ketimpangan yang semakin tajam. Pada tahun 2003 sebesar 0,31 dan terus mingkat hingga pada awal tahun 2014 tercatat 0,45. Disparitas sosial-ekonomi kita berada diatas ambang batas normal. Perekonomian yang tumpukan pada angka pertumbuhan semata telah tinggalkan residu persoalan kemanusiaan.

Kehidupan masyarakat banyak berada dalam jebakkan spiral ekonomi hutang, kemiskinan akut, kerusakan lingkungan, pengangguran, ancaman kebangkrutan setiap saat, dan  ketidaksetaraan. Mereka yang rentan miskin dan miskin terdiri dari hampir separoh jumlah penduduk, dan laju kerusakan lingkungan kita terjadi sangat cepat karena sebab ekploitasi korporasi perusahaan kapitalis yang bekerja dalam motif keserakahan dan pengejaran keuntungan semata yang berkongkalikong dengan kekuasaan yang koruptif.

Sebagai bagian dari warga bangsa, dan sebagai kader, kita musti turut berusaha keras untuk merombak keadaan yang timpang tersebut. Kita musti menciptakan kondisi yang berbeda dari dunia yang ada sekarang ini.  Kita harus punya keberanian untuk menjawab tantangan kondisi ini dengan jawaban optimis bahwa dunia yang lain itu penuh kemungkinan. Kita musti bekerja lebih keras lagi untuk ciptakan kebaikkan untuk dunia dengan melayani mayoritas masyarakat yang tertinggal.

Sebagai kader, kita ditantang untuk ciptakan inovasi-inovasi baru untuk menjawab masalah-masalah lama yang ada di masyarakat. Kita perlu sodorkan alternatif bagi model kepemilikkan masyarakat secara luas. Merobak dasar perekonomian yang sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan modal dengan jadikan orang sebagai subyek dari pembangunan. Lakukan perubahan dengan menjawab kebutuhan sehari-hari masyarakat secara pragmatik, bukan dengan argumentasi filosofis semata.

Satu tahun adalah waktu yang baik untuk kita lakukan evaluasi dan sekaligus refleksi bersama untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar baik secara pribadi maupun bersama-sama ; apakah keseharian kita memang sungguh telah berada dalam ikatan nilai-nilai kebaikan umum seperti keadilan, kebersamaan, persamaan, solidaritas, kejujuran, pengabdian seperti yang kita perjuangkan?.Seberapa pentingkah nilai-nilai tersebut bagi diri kita? Pertanyaan organisasionalnya ; sejauhmana kita telah bangun organisasi AKSES kita di tiap-tiap tingkatan? apa capaian yang telah kita lakukan? Apakah kendala-kendala dan tantangan yang kita hadapi dan selanjutnya bagaimana kita tentukan langkah strategis kedepannya untuk menggapai visi bersama sebagaimana telah kita cita-citakan.

Pada kesempatan ini saya ucapkan rasa bangga saya pada seluruh kader di tanah air yang telah berhasil bangun organisasi di tiap-tiap tingkatan dengan berbagai aktivitasnya. Terimakasih juga atas kerja keras saudara/saudari yang telah selenggarakan kegiatan kaderisasi di berbagai tempat tanpa kenal lelah dan juga ucap syukur dan rasa bangga saya untuk teman-teman kader baru yang terus bertambah dan telah berhasil membangun praktik gerakan koperasi konsumsi di berbagai daerah dari Kalimantan Barat, Bali, Maluku, Maluku Utara, Purwokerto, NTT, Lampung, Jakarta, Jawa Timur, dsb.

Saudara/saudari yang saya cintai, mari kita terus bangkit bersama! Tidak ada kata mundur, tidak ada waktu untuk menoleh kebelakang! maju terus! Kita hidupi organisasi kita bersama dengan karya nyata untuk masyarakat! Bravo AKSES! Bravo Semua! Sampai jumpa dalam forum RAKERNAS I di Bali tanggal 2 -5 Juli 2014 mendatang! []

Purwokerto, 20 Mei 2014

Suroto

Ketua Umum Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES)